Know Yourself
“Siapa kamu?” cobalah berkaca dan katakan hal
itu! berkaca dan berkatalah pada diri sendiri, siapa dirimu sebenarnya? Apa
yang kau miliki? Potensi dan kemampuan seperti apa yang kau punya? Kelebihan
dan kekurangan apa yang kau miliki? Apa yang kau inginkan? Apa yang kau
cita-citakan? Menurut pandanganmu sendiri, seperti apa kau sebenarnya? Ucapkanlah hal-hal
tersebut ketika kau berkaca! Bila banyak hal yang tidak dapat kau jawab,
berarti kau belum sepenuhnya mengenal dirimu sendiri. Orang bijak mengatakan, “Kenalilah
dirimu sendiri, sebelum kau mengenal orang lain”, atau “Cintailah dirimu
sendiri, sebelum kau mencintai orang lain.” Kutipan kata-kata tersebut
menjelaskan bahwa betapa pentingnya mengetahui siapa dirimu sendiri.
Menurut hukum Johari Windows, terdapat empat jenis manusia yang ada di muka bumi ini, yaitu:
1. Dia yang tahu apa yang diketahuinya.
Jenis manusia ini adalah manusia yang sudah sangat mengetahui siapa dirinya. Potensi dan kemampuan apa yang ia miliki, kelemahan apa yang ia miliki, hal-hal apa saja yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dia juga termasuk orang yang tahu harus berbuat apa dan tahu maksud dan tujuan dia dalam melakukan suatu hal itu untuk apa. Dia yang kenal betul siapa dirinya.
So guys, WHO ARE WE? :)
Menurut hukum Johari Windows, terdapat empat jenis manusia yang ada di muka bumi ini, yaitu:
1. Dia yang tahu apa yang diketahuinya.
Jenis manusia ini adalah manusia yang sudah sangat mengetahui siapa dirinya. Potensi dan kemampuan apa yang ia miliki, kelemahan apa yang ia miliki, hal-hal apa saja yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dia juga termasuk orang yang tahu harus berbuat apa dan tahu maksud dan tujuan dia dalam melakukan suatu hal itu untuk apa. Dia yang kenal betul siapa dirinya.
2. Dia yang
tahu apa yang tidak diketahuinya.
Jenis manusia ini adalah manusia pembelajar. Dia tahu apa yang tidak ia ketahui, maka untuk mengetahuinya dia mau belajar, ia mau bertanya, ia mau berdiskusi, dan ia mau mendengarkan apa kata orang lain. Dia tipe orang yang perlu diberi semangat dan dorongan agar terus mau berusaha menemukan hal yang tidak ia ketahuinya.
Jenis manusia ini adalah manusia pembelajar. Dia tahu apa yang tidak ia ketahui, maka untuk mengetahuinya dia mau belajar, ia mau bertanya, ia mau berdiskusi, dan ia mau mendengarkan apa kata orang lain. Dia tipe orang yang perlu diberi semangat dan dorongan agar terus mau berusaha menemukan hal yang tidak ia ketahuinya.
3. Dia yang
tidak tahu apa yang diketahuinya.
Jenis manusia ini adalah manusia yang tidak tahu potensi yang ada dalam dirinya. Dia tergolong orang yang kurang percaya diri, mudah minder, dan selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri sebelum mencobanya. Orang seperti ini perlo diberi motivasi, kesempatan, dan semangat untuk mendorongnya untuk maju. Potensi besar yang dia miliki akan terbuang sia-sia bila tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Jenis manusia ini adalah manusia yang tidak tahu potensi yang ada dalam dirinya. Dia tergolong orang yang kurang percaya diri, mudah minder, dan selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri sebelum mencobanya. Orang seperti ini perlo diberi motivasi, kesempatan, dan semangat untuk mendorongnya untuk maju. Potensi besar yang dia miliki akan terbuang sia-sia bila tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
4. Dia yang
tidak tahu apa yang tidak diketahuinya.
Jenis manusia seperti ini adalah manusia yang tergolong masa bodoh. Dia tidak peduli dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dia tergolong orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan ingin mengetahui apa yang tidak ia ketahui, atau ia tidak ingin menggali potensi yang ia miliki karena tidak tahu. Saking, masa bodohnya orang seperti ini juga sulit untuk diberi tahu, orang lain pun akan sulit menemukan potensinya. Perlu kerja keras ekstra dari individu di luar dia untuk membantu menyadarkannya betapa pentingnya mengenal diri sendiri.
Dari keempat sifat di atas, terkadang kita memiliki keempatnya. Ada sifat atau potensi diri yang benar-benar kita ketahui, kita bersifat seperti apa, kita memiliki keahlian apa, tentu ada beberapa bagian dalam diri kita yang kita kenal betul. Manusia adalah makhluk berpikir dan selalu perasa haus akan informasi, kita tahu betul bahwa pengetahuan kita tidak seluas National Geography atau selengkap Ensiklopedia, maka kita perlu bertanya. Ya, kita tahu betul apa yang tidak kita ketahui. Ada kalanya kita tidak menyadari potensi dalam diri kita sendiri, dan bahkan orang lain yang memapu melihatnya. Kecakapan kita berbicara terkadang orang menilai kita mampu untuk memimpin suatu kelompok, tapi kita tidak berani untuk mengajukan diri, sampai akhirnya ada orang yang merekomendasikan kita untuk memangku jabatan tersebut. Fenomena itu kerpa kali terjadi, minimal dalam kelompok belajar di sekolah atau di Universitas. Saat kita berada dalam keadaan yang tidak baik, terkadang kita memilih untuk menyendiri, tidak peduli dengan keadaan sekitar, kita juga bingung untuk melakukan sesuatu, dibujuk orang lain pun kita tidak peduli. Hanya saja kondisi tersebut jangan terus kita lakukan karena cepat atau lambat kita akan menjadi kaum marginal di lingkungan kita sendiri.
Bila kita sudah mengetahui siapa diri kita, seperti apa sifat dan sikap kita, maka tergolong ke dalam kelompok apa kita dalam berkehidupan sosial dengan orang lain? Ada tiga sifat seseorang dalam menjalani pergaulan sehari-hari. Pernah dengar Introvert, Extrovert, dan Ambivert? Lalu apa pengertian dari ketiga kata tersebut?
Jenis manusia seperti ini adalah manusia yang tergolong masa bodoh. Dia tidak peduli dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dia tergolong orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan ingin mengetahui apa yang tidak ia ketahui, atau ia tidak ingin menggali potensi yang ia miliki karena tidak tahu. Saking, masa bodohnya orang seperti ini juga sulit untuk diberi tahu, orang lain pun akan sulit menemukan potensinya. Perlu kerja keras ekstra dari individu di luar dia untuk membantu menyadarkannya betapa pentingnya mengenal diri sendiri.
Dari keempat sifat di atas, terkadang kita memiliki keempatnya. Ada sifat atau potensi diri yang benar-benar kita ketahui, kita bersifat seperti apa, kita memiliki keahlian apa, tentu ada beberapa bagian dalam diri kita yang kita kenal betul. Manusia adalah makhluk berpikir dan selalu perasa haus akan informasi, kita tahu betul bahwa pengetahuan kita tidak seluas National Geography atau selengkap Ensiklopedia, maka kita perlu bertanya. Ya, kita tahu betul apa yang tidak kita ketahui. Ada kalanya kita tidak menyadari potensi dalam diri kita sendiri, dan bahkan orang lain yang memapu melihatnya. Kecakapan kita berbicara terkadang orang menilai kita mampu untuk memimpin suatu kelompok, tapi kita tidak berani untuk mengajukan diri, sampai akhirnya ada orang yang merekomendasikan kita untuk memangku jabatan tersebut. Fenomena itu kerpa kali terjadi, minimal dalam kelompok belajar di sekolah atau di Universitas. Saat kita berada dalam keadaan yang tidak baik, terkadang kita memilih untuk menyendiri, tidak peduli dengan keadaan sekitar, kita juga bingung untuk melakukan sesuatu, dibujuk orang lain pun kita tidak peduli. Hanya saja kondisi tersebut jangan terus kita lakukan karena cepat atau lambat kita akan menjadi kaum marginal di lingkungan kita sendiri.
Bila kita sudah mengetahui siapa diri kita, seperti apa sifat dan sikap kita, maka tergolong ke dalam kelompok apa kita dalam berkehidupan sosial dengan orang lain? Ada tiga sifat seseorang dalam menjalani pergaulan sehari-hari. Pernah dengar Introvert, Extrovert, dan Ambivert? Lalu apa pengertian dari ketiga kata tersebut?
1. Introvert
Suatu tipe kepribadian berdasar sikap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya terutama tertuju ke dalam.
Suatu tipe kepribadian berdasar sikap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi – ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya terutama tertuju ke dalam.
Ciri-cirinya:
Pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu–melihat dahulu–sebelum melangkah, curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi (Aiken, 1993 : 87). Orang Introvert juga senang menghindar dari keramaian, tidak hanya karena ia malu atau susah membuka percakapan, ia juga tidak suka berbasa-basi dengan orang. Kadang cenderung tidak peduli dengan sekitar, Salah satu tipe orang Introvert terkadang pandai dan cenderung seorang kutu buku, juga dapat menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain. Introvert lebih menyukai pembicaraan yang dapat mengasah kemampuan dan pengetahuannya. Namun kekurangan Introvert pada saat mereka sedang kesal marah, jangan sekali-kali menyebabkan api jika kamu tidak mau terbakar atau berurusan dengan tipe Introvert. Jika dibicarakan mengenai hubungan dengan seorang Introvert, keuntungannya melebihi seseorang yang memiliki sifat Ekstrovert, karena seorang Introvert lebih mementingkan hubungan yang berdasarkan mengetahui pasangan lebih dalam.
Pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu–melihat dahulu–sebelum melangkah, curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya, dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi (Aiken, 1993 : 87). Orang Introvert juga senang menghindar dari keramaian, tidak hanya karena ia malu atau susah membuka percakapan, ia juga tidak suka berbasa-basi dengan orang. Kadang cenderung tidak peduli dengan sekitar, Salah satu tipe orang Introvert terkadang pandai dan cenderung seorang kutu buku, juga dapat menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain. Introvert lebih menyukai pembicaraan yang dapat mengasah kemampuan dan pengetahuannya. Namun kekurangan Introvert pada saat mereka sedang kesal marah, jangan sekali-kali menyebabkan api jika kamu tidak mau terbakar atau berurusan dengan tipe Introvert. Jika dibicarakan mengenai hubungan dengan seorang Introvert, keuntungannya melebihi seseorang yang memiliki sifat Ekstrovert, karena seorang Introvert lebih mementingkan hubungan yang berdasarkan mengetahui pasangan lebih dalam.
2. Extrovert
Suatu tipe kepribadian berdasar skap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi–ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindaknnya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan.
Suatu tipe kepribadian berdasar skap jiwa terhadap dunianya, yang merupakan satu ujung dari dimensi kepribadian introversi–ekstroversi, yang dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindaknnya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan.
Ciri-cirinya :
Ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya (Aiken, 1993 : 86 – 87). Ekstrovert paling anti dalam kesepian, oleh karena itu ia menghabiskan separuh hari dengan sibuk bersosialisasi. Mudah baginya untuk langsung terjun dalam pembicaraan secara umum. Suka menjadi pusat perhatian, bukan berarti ia egois dengan kepopuleran namun ada yang minus dalam hidupnya jika ia tidak dapat menarik perhatian orang banyak.
Ekstrovert adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara, dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan gurau-gurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya (Aiken, 1993 : 86 – 87). Ekstrovert paling anti dalam kesepian, oleh karena itu ia menghabiskan separuh hari dengan sibuk bersosialisasi. Mudah baginya untuk langsung terjun dalam pembicaraan secara umum. Suka menjadi pusat perhatian, bukan berarti ia egois dengan kepopuleran namun ada yang minus dalam hidupnya jika ia tidak dapat menarik perhatian orang banyak.
3. Ambivert
Perpaduan antara Ekstrovert dan Introvert, tipe ini cenderung mencakup kedua kepribadian Ekstrovert dan Introvert.
Perpaduan antara Ekstrovert dan Introvert, tipe ini cenderung mencakup kedua kepribadian Ekstrovert dan Introvert.
Ciri-cirinya:
Ia dapat menjadi pribadi yang menyenangkan namun ia juga masih bisa menarik diri dari keramaian hanya untuk bersantai dengan dirinya sendiri. Namun jika berbicara soal sisi negative Ambivert, mereka memiliki sifat yang sensitive dan mudah mengikuti mood.
Ia dapat menjadi pribadi yang menyenangkan namun ia juga masih bisa menarik diri dari keramaian hanya untuk bersantai dengan dirinya sendiri. Namun jika berbicara soal sisi negative Ambivert, mereka memiliki sifat yang sensitive dan mudah mengikuti mood.
So guys, WHO ARE WE? :)
Source : gemintang.com & perkuliahan.com
Comments
Post a Comment